DEFINISI
1. Definisi Pertumbuhan Penduduk
Pertumbuhan penduduk adalah perubahan jumlah penduduk
di suatu wilayah tertentu pada waktu tertentu dibandingkan waktu sebelumnya.
Misalnya pertumbuhan penduduk Indonesia dari tahun 1995 ke tahun 2000 adalah
perubahan jumlah penduduk Indonesia dari tahun 1995 sampai 2000.
2. Definisi Pertumbuhan Ekonomi
Pertumbuhan ekonomi adalah proses dimana terjadi
kenaikan produk nasional bruto riil atau pendapatan nasional riil. Jadi
perekonomian dikatakan tumbuh atau berkembang bila terjadi pertumbuhan output riil. Definisi pertumbuhan ekonomi yang lain adalah
bahwa pertumbuhan ekonomi terjadi bila ada kenaikan output perkapita. pertumbuhan ekonomi adalah proses
kenaikan kapasitas produksi suatu perekonomian yang diwujudkan dalam bentuk
kenaikan pendapatan
nasional. Suatu negara dikatakan mengalami
pertumbuhan ekonomi apabila terjadi peningkatan GNP riil di negara tersebut.
3. Pertumbuhan Ekonomi dan Kenaikan Produktivitas
Beberapa negara maju seperti Amerika Serikat dan
Kanada, negara-negara Eropa Barat, Australia, Selandia Baru, dan Jepang
menikmati taraf hidup tinggi dan terus bertambah, sementara negara-negara miskin berpenduduk padat dan banyak hidup pada taraf
batas hidup dan mengalami kesulitan menaikkannya. Pertambahan penduduk berarti pertambahan tenaga kerja
serta berlakunya hukum Pertambahan Hasil yang Berkurang mengakibatkan kenaikan
output semakin kecil, penurunan produk rata-rata serta penurunan taraf hidup.
Sebaliknya kenaikan jumlah barang-barang kapital, kemajuan teknologi, serta
kenaikan kualitas dan keterampilan tenaga kerja cenderung mengimbangi
berlakunya hukum Pertambahan Hasil yang Berkurang. Penyebab rendahnya
pendapatan di negara-negara sedang berkembang adalah berlakunya hukum
penambahan hasil yang semakin berkurang akibat pertambahan penduduk sangat
cepat, sementara tak ada kekuatan yang mendorong pertumbuhan ekonomi berupa
pertambahan kuantitas dan kualitas sumber alam, kapital, dan kemajuan
teknologi.
4. Definisi Pembangunan Ekonomi
Pembangunan
ekonomi adalah suatu proses kenaikan pendapatan total dan
pendapatan perkapita dengan memperhitungkan adanya pertambahan penduduk dan disertai dengan perubahan
fundamental dalam struktur ekonomi suatu negara dan pemerataan pendapatan bagi
penduduk suatu negara. Pembangunan
ekonomi tak dapat lepas dari pertumbuhan
ekonomi (economic
growth); pembangunan ekonomi mendorong pertumbuhan ekonomi, dan
sebaliknya, pertumbuhan ekonomi memperlancar proses pembangunan ekonomi. Adanya pertumbuhan ekonomi merupakan
indikasi keberhasilan pembangunan ekonomi.
Perbedaan antara
keduanya adalah pertumbuhan ekonomi keberhasilannya lebih bersifat kuantitatif,
yaitu adanya kenaikan dalam standar pendapatan dan tingkat output produksi yang
dihasilkan, sedangkan pembangunan ekonomi lebih bersifat kualitatif, bukan
hanya pertambahan produksi, tetapi juga terdapat perubahan-perubahan dalam
struktur produksi dan alokasi input pada berbagai sektor perekonomian.
B. Faktor – faktor pertambahan atau pertumbuhan penduduk
Pertambahan
penduduk pada dasarnya dipengaruhi oleh faktor – faktor demografi sebagai berikut
:
1. Kematian (Mortalitas)
2. Kelahiran (Natalitas)
3. Migrasi (Mobilitas)
3. Migrasi (Mobilitas)
Kelahiran dan kematian dinamakan faktor alami, sedangkan perpindahan penduduk
dinamakan faktor non alami. Di dalam pengukuran demografi ketiga faktor
tersebut diukur dengan tingkat/rate. Tingkat/rate adalah ukuran frekuensi suatu
penyakit atau peristiwa/kejadian tertentu yang terjadi pada suatu populasi
selama periode waktu tertentu, dibandingkan dengan jumlah penduduk yang menanggung
resiko tersebut.
§
Kematian
Kematian adalah hilangnya tanda-tanda kehidupan manusia secara permanen.
Kematian bersifat mengurangi jumlah penduduk dan untuk menghitung besarnya
angka kematian caranya hampir sama dengan perhitungan angka kelahiran.
Banyaknya kematian sangat dipengaruhi oleh faktor pendukung kematian (pro
mortalitas) dan faktor penghambat kematian (anti mortalitas).
a)
Faktor
pendukung kematian (pro mortalitas)
Faktor ini mengakibatkan jumlah kematian semakin besar. Yang termasuk faktor
ini adalah:
- Sarana kesehatan yang kurang memadai.
- Rendahnya kesadaran masyarakat terhadap kesehatan
- Terjadinya berbagai bencana alam
b) Faktor penghambat kematian (anti
mortalitas)
Faktor ini dapat mengakibatkan tingkat kematian rendah. Yang termasuk faktor
ini adalah:
- Lingkungan hidup sehat.
- Fasilitas kesehatan tersedia dengan lengkap.
- Ajaran agama melarang bunuh diri dan membunuh orang lain.
- Fasilitas kesehatan tersedia dengan lengkap.
- Ajaran agama melarang bunuh diri dan membunuh orang lain.
v Kelahiran ( Natalitas )
Kelahiran bersifat menambah jumlah penduduk. Ada beberapa faktor yang
menghambat kelahiran (anti natalitas) dan yang mendukung kelahiran (pro
natalitas).
Faktor-faktor penunjang kelahiran (pro natalitas) antara lain:
§ Kawin pada usia muda, karena ada
anggapan bila terlambat kawin keluarga akan malu.
§ Anak dianggap sebagai sumber tenaga
keluarga untuk membantu orang tua.
§ Anggapan bahwa banyak anak banyak
rejeki.
Faktor pro natalitas mengakibatkan pertambahan jumlah penduduk menjadi besar. Faktor-faktor
penghambat kelahiran (anti natalitas), antara lain:
§
Adanya
program keluarga berencana yang mengupayakan pembatasan jumlah anak.
§
Adanya
ketentuan batas usia menikah, untuk wanita minimal berusia 16 tahun dan bagi
laki-laki minimal berusia 19 tahun.
§
Anggapan
anak menjadi beban keluarga dalam memenuhi kebutuhan hidupnya.
Faktor – faktor penunjang tingginya
angka natalitas dalam suatu negara antara lain :
»
Kepercayaan
dan agama
»
Tingkat
pendidikan
»
Kondisi
perekonomian
»
Kebijakan
pemerintah
»
Adat
istiadat di masyarakat
»
Kematian
dan kesehatan
»
Struktur
Penduduk.
§
Migrasi
Migrasi penduduk adalah perpindahan penduduk dari tempat yang satu ke tempat
lain. Dalam mobilitas penduduk terdapat migrasi internasional yang merupakan
perpindahan penduduk yang melewati batas suatu negara ke negara lain dan juga
migrasi internal yang merupakan perpindahan penduduk yang berkutat pada sekitar
wilayah satu negara saja.
Faktor-faktor terjadinya migrasi, yaitu :
1. Persediaan sumber daya alam
2. Lingkungan social budaya
3. Potensi ekonomi
4. Alat masa depan
C. Pengaruh pertumbuhan penduduk terhadap pembangunan
ekonomi
1.
Faktor
Pertumbuhan penduduk Bisa menjadi penghambat, karena :
a. Bisa mengakibatkan pengangguran,
b. menyebabkan produktivitas rendah,
c. Jumlah
pendapatan terhadap perkapita rendah,
d. Keinginan untuk berinvestasi menjadi rendah,
e. Penyaluran
pendapatan semakin tidak merata komposisinya,
f. Bisa menimbulkan urbanisasi,dan
f. Bisa menimbulkan urbanisasi,dan
g. Menyebabkan
kemampuan ekspor menurun dan akan timbul keinginan untuk impor.
2.
Faktor
pertumbuhan penduduk Bisa menjadi pendorong pembangunan, karena :
a. Memungkinkan
semakin bertambahnya tenaga kerja,
b. Bisa
memperluas perkembangan pasar,dan
c. meningkatkan
teknologi terutama dalam bidang teknologi bahan pangan serta ilmu pemasarannya.
D. Peranan penduduk
dalam pembangunan ekonomi
penduduk
dibedakan menjadi 2 golongan yaitu tenaga kerja dan bukan tenaga kerja. Dilihat
dari peranannya terhadap pembangunan ekonomi, penduduk memiliki dua peranan
penting yaitu dilihat dari sisi permintaan dan dilihat dari sisi penawaran.
Dilihat dari sisi permintaan, penduduk bertindak sebagai konsumen, sedangkan
dilihat dari sisi penawaran penduduk bertindak sebagai produsen. Oleh karena itu, perkembangan
penduduk yang cepat tidaklah selalu merupakan penghambat bagi jalannya
pembangunan ekonomi jika penduduk ini mempunyai kapasitas yang tinggi untuk
menghasilkan dan menyerap hasil produksi. Ini berarti bahwa pertambahan
penduduk yang tinggi harus disertai dengan tingkat penghasilan yang tinggi
pula. Pertambahan penduduk dengan tingkat penghasilan yang rendah tidak ada
artinya bagi pembangunan ekonomi. Bagi negara-negara maju, pertambahan
penduduk yang pesat justru menyumbang terhadap kenaikan penghasilan riil per
kapita. Hal ini disebabkan karena di negara-negara yang maju pada umumnya
mempunyai tabungan yang siap untuk melayani kebutuhan investasi, sehingga
tambahan penduduk justru akan menambah potensi masyarakat sebagai sumber
permintaan yang baru. Sebagai suatu contoh dengan bertambahnya penduduk juga
akan menambah permintaan akan kebutuhan perumahan, kendaraan, kesehatan,
pendidikan, pengangkutan dan lain sebagainya.
E.
Masalah dan kebijakan kependudukan dalam pembangunan
ekonomi
Ada
tiga faktor yang menentukan perkembangan penduduk. Ketiga faktor tersebut
adalah tingkat kelahiran, tingkat kematian, dan mobilitas. Untuk
memecahkan masalah kependudukan ada beberapa cara. Cara utama yang dilakukan
untuk menekan tingkat pertumbuhan penduduk adalah dengan pengendalian kelahiran
(birth control), yaitu dengan program Keluarga Berencana. Selain dengan program
keluarga berencana cara lain yang bisa dilakukan adalah dengan pemanfaatan
Sumber Daya manusia. Tenaga kerja yang menganggur merupakan persediaan faktor
produksi yang dapat dikombinasikan dengan faktor-faktor produksi lain untuk
meningkatkan output di negara-negara sedang berkembang. Oleh karena itu, tenaga
tersebut perlu dimanfaatkan. Ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk
mengatasi masalah kependudukan khususnya untuk mengatasi masalah pengangguran.
Untuk mengatasi pengangguran di Indonesia yang kian bertambah, ada beberapa
kebijakan yang bisa ditempuh. Beberapa kebijakan tersebut adalah:
1. Membuka
lapangan kerja baru,
2. Pemerintah perlu menetapkan kebijakan pembangunan ekonomi yang mandiri dengan menggunakan sumber dana pembangunan dalam negeri.
3. Pemerintah harus melarang para investor Indonesia melakukan investasi ke luar negeri. Kebijakan ini sebagai upaya menangkal pelarian modal (capital flight) dari Indonesia.
2. Pemerintah perlu menetapkan kebijakan pembangunan ekonomi yang mandiri dengan menggunakan sumber dana pembangunan dalam negeri.
3. Pemerintah harus melarang para investor Indonesia melakukan investasi ke luar negeri. Kebijakan ini sebagai upaya menangkal pelarian modal (capital flight) dari Indonesia.
4. Sektor
pertanian menjadi sektor primadona pembangunan ekonomi.
F.
Faktor yang mempengaruhi pertumbuhan dan pembangunan ekonomi
Ada beberapa faktor yang
mempengaruhi pertumbuhan dan pembangunan ekonomi, namun pada hakikatnya
faktor-faktor tersebut dapat dikelompokan menjadi dua, yaitu faktor ekonomi dan
faktor nonekonomi. Faktor ekonomi yang mempengaruhi
pertumbuhan dan pembangunan ekonomi diantaranya adalah sumber daya alam, sumber
daya manusia, sumber daya modal, dan keahlian atau kewirausahaan.
1. Sumber daya alam, yang meliputi tanah dan kekayaan
alam seperti kesuburan tanah, keadaan iklim/cuaca, hasil hutan, tambang, dan hasil laut,
sangat mempengaruhi pertumbuhan industri suatu negara, terutama dalam hal
penyediaan bahan baku produksi. Sementara itu, keahlian dan kewirausahaan dibutuhkan untuk mengolah bahan
mentah dari alam, menjadi sesuatu yang memiliki nilai lebih tinggi (disebut
juga sebagai proses produksi).
2. Sumber
daya manusia juga menentukan keberhasilan pembangunan nasional melalui jumlah
dan kualitas penduduk. Jumlah penduduk yang besar merupakan pasar potensial untuk memasarkan
hasil-hasil produksi, sementara kualitas penduduk menentukan seberapa besar
produktivitas yang ada.
3. Sumber
daya modal dibutuhkan manusia untuk mengolah bahan mentah tersebut.
Pembentukan modal dan investasi ditujukan untuk menggali dan mengolah kekayaan.
Sumber daya modal berupa barang-barang modal sangat penting bagi perkembangan
dan kelancaran pembangunan ekonomi karena barang-barang modal juga dapat
meningkatkan produktivitas.
4. Keahlian atau kewirausahaan adalah kemampuan seseorang
untuk melakukan suatu pekerjaan tertentu untuk menjalankan suatu usaha.
Sehingga dengan adanya keterampilan ini akan terjadi kesinambungan kerja antara
pengolahan bahan baku dengan system yang bergerak di dalamnya.
Sedangakan faktor nonekonomi mencakup kondisi sosial kultur yang ada di masyarakat, yaitu: keadaan politik, kelembagaan, dan sistem yang berkembang dan berlaku.
Sedangakan faktor nonekonomi mencakup kondisi sosial kultur yang ada di masyarakat, yaitu: keadaan politik, kelembagaan, dan sistem yang berkembang dan berlaku.